Saban kali kita pengen menonton film dengan format 3D, pasti kita akan dipinjamkan sebuah kacamata. Dengan bantuan kacamata itulah, format 3D yang hadir jadi maksimal. Kok bisa? Ini rahasianya!(Irvin)
Kacamata Merah/Biru atau Merah/Hijau
Lewat kacamata model ini, kita bakal melihat film dalam suasana yang berbeda. Ternyata, hal ini disebabkan oleh gambar yang ditampilkan di layer. Ada dua gambar yang ditampilkan bersamaan. Satu dengan format warna merah, dan satu lagi dalam format warna biru atau hijau.
Kacamata akan memilah dua gambar tersebut sesuai dengan warna lensanya. Jadi, hanya satu gambar yang akan masuk ke tiap mata. Gambar dengan format warna biru, akan masuk ke lensa biru, dan gambar warna merah akan masuk ke lensa merah.
Kelemahan kacamata yang satu ini adalah persoalan warna. Karena gambar dipisahkan berdasarkan warna, jadi warna film nggak akan tampil sempurna.
Kacamata Polarisasi 
Di beberapa studio besar, sistem lensa polarisasi lebih dipilih untuk nampilin gambar 3 dimensi. Metode yang satu ini bekerja dengan cara yang serupa tapi tak sama.
Pada layer ditampilkan dua gambar yang berbeda kadar polarisasinya. Satu adalah gambar dengan polarisasi horizontal, satu lagi vertikal. Kacamata yang digunakan pun berbeda polarisasinya antara sebelah kiri dan kanan. Satu polanya horizontal, satu vertikal.
Nantinya, lensa dengan pola vertikal akan menangkap gambar berpolarisasi vertikal. Begitu juga dengan lensa horizontal. Dengan sistem ini, warna yang muncul dari filmnya kan lebih terlihat maksimal.
sumber : Hai-online.com